KIMIA ANALISA SPEKTROSKOPI

Prinsip : Adanya interaksi dari enersi radiasi elektromagnetik dengan zat kimia (materi). Hasil interaksi tersebut bisa menimbulkan satu atau lebih peristiwa, seperti:
-  Pemantulan
-   Pembiasan
-   Interferensi
-   Difraksi
-   Absorbsi
Absorbsi merupakan dasar dari cara spektroskopi karena peristiwa absorbsi bersifat spesifik untuk setiap zat kimia atau segolongan zat kimia. Instrument yang digunakan disebut spektrometer atau spektrofotometer.
Untuk dapat memahami spektroskopi diperlukan pengetahuan tentang:
-          Sifat sifat radiasi elektromagnetik.
-          Interaksinya dengan zat
-          Prinsip kerja maupun penggunaannya.
ASPEK KUANTITATIF DARI SPEKTROSKOPI ABSORBSI
Dalam mempelajari sifat kuantitatif dari absorbsi radiasi, berkas radiasi dikenakan pada sample kemudian intensitas radiasi yang diteruskan/ ditransmisikan diukur. Sampel dapat berupa gas, lapisan tipis cairan, larutan dalam berbagai pelarut bahkan padat. Dimana zat yang dianalisa (zat penyerap radiasi) dilarutkan langsung dalam pelarutnya atau sebelumnya mengalami perlakuan kimia sehingga mampu mengabsorbsi radiasi.
Radiasi yang diabsorbsi oleh sampel ditentukan dengan membandingkan intensitas dari berkas radiasi yang diteruskan dengan zat penyerap. Jika radiasi yang mengenai sampel memiliki enersi yang sama dengan yang dibutuhkan untuk menyebabkan terjadinya enersi, maka terjadilah absorbsi
 HUKUM  KUANTITATIF
Hubungan antara absorbsi radiasi dan panjang jalan medium penyerap (tebal  larutan penyerap dalam tabung kuvet). Pertama kali dirumuskan oleh Bouguer (1729), meskipun kadang kadang dianggap berasal dari Lambert (1768).
HUKUM LAMBERT ( 1768)
Bila suatu medium penyerap dibagi menjadi lapisan lapisan imajiner yang sama tebalnya dan suatu berkas radiasi monokromatik diarahkan melewati medium maka tiap lapisan akan menyerap bagian yang sama dari radiasi.
Pernyataan ini bila dijabarkan secara matematis sebagai berikut
                        dI
                    -  ___      = k1 I
                       db
 Dimana:    dI = berkurangnya intensitas
                   db= ketebalan medium penyerap
                    I  = intensitas
                   k1= tetapan
      dI
   - ___ = k1 db
        I
   di integralkan dengan  harga I dari I = 0 sampai I = I, maka
 - (ln I – ln Io) = k1 b
 ln Io – ln I = k1 b
           Io
      ln ___ = k1 b
            I
          Io
   log ___ = 2,303 k1 b
           I
          Io
   log ___ = k2 b
           I
Dimana: Io = intensitas radiasi yang masuk
               I   = intensitas radiasi yang diteruskan
              k2 = tetapan
                b = tebal medium penyerap.
HUKUM BEER (1819)
Sama dengan HK Lambert dalam menjabarkan pengurangan  eksponensil dari Intensitas radiasi yang diteruskan karena peningkatan aritmatik dari kadar zat penyerap ,sehingga              
 Io log  ____  = k3
 I
Dimana:  k3 = tetapan
                C  = kadar zat penyerap.
Sehingga:
                     Io
            log  ____  = k2 b = k3 C
                      I
Jadi         k2 b = k3 C atau             k2           k3
                                                      ____  =  _____ = a
                                                         C            b
  a = suatu tetapan
 Maka diperoleh; k2 = a C  dan  k3 = a b
HK LAMBERT:       Io
                        log ___ = k2 b = a b C
                                I
HK BEER:           Io
                   log  ____ = k3 C = a b C
                             I
HUKUM LAMBERT BEER.
                                                        Io
                                           log     ____ = a b C
                                                         I
Dimana:       Io
             log ____ = optical density (OD) atau Absorbansi (A)
                      I
                      I
                    ___ = Transmitasi (T)
                      Io  = Proporsi radiasi yang diteruskan.
Hubungan absorbansi dengan transmitansi adalah:
                 Io
          log ___ = A = - log T = log 1/T
                  I
Sehingga:        A = a b C
                   log T = - a b C
                                  -a b C
                         T = 10
Dimana:  b = tebal medium penyerap cm
                c = kadar zat penyerap, %;  mgr/ 100ml;  Molar (M);  gr/ lt
                a = tetapan.
Harga a tergantung pada satuan kadar yang digunakan, bila satuan kadar = gr/ lt tetapan disebut ABSORBTIVITAS dengan simbul “ a “; bila satuan kadar = M tetapannya disebut ABSORBTIVITAS MOLAR dengan simbul “ E “ atau “ ε
SYARAT PENGGUNAAN HUKUM BEER ATAU DALAM MENURUNKAN HK BEER PERLU ANGGAPAN:
1.      Radiasi yang masuk adalah monokromatik
2.      Zat penyerap bersifat tidak tergantung satu terhadap lainnya dalam proses absorbsi.
3.      Absorbsi terjadi dalam volume dan luas penampang yang sama
4.      Degradasi enersi radiasi adalah cepat (tidak terjadi fluorsensi)
  1. Indek bias tidak tergantung pada kadar zat.
Pada analisa kuantitatif ada 3 macam metode yang sesuai dan secara umum sering digunakan pada penentuan unsur di dalam suatu bahan, yaitu:
1.Metode Relatif.
Yaitu mengukur absorbansi atau transmitan dari larutan blanko, larutan standart dan larutan cuplikan (sampel).
                                                   As – Ao
                                   Cs = Cb ________
                                                  Ab – Ao
Dimana: Ab = Absorbansi larutan baku       Ao = Absorbansi larutan blanko
               As = Absorbansi larutan sampel    Cb = konsentrasi larutan baku
               Cs = konsentrasi larutan cuplikan/ sampel.
2. Metode Kurva Standard/ Kalibrasi
    Yaitu dengan membuat kurva antara konsentrasi larutan standard terhadap absorbansi; kurva tersebut berupa garis lurus. Kemudian dengan cara menginterpolasikan absorbansi dari larutan cuplikan kedalam kurva standard tersebut diatas akan didapat konsentrasi larutan cuplikan/ sampel.
3. Metode Penambahan standard
Pada metode kurva penambahan standard ini dibuat sederetan larutan cuplikan dengan konsentrasi yang sama. Masing masing larutan ditambah dengan larutan standard dari unsur yang dilakukan analisis dengan konsentrasi mulai dari nol sampai konsentrasi tertentu.
Absorbansi masing masing larutan diukur dan dibuat kurva absorbansi terhadap konsentrasi unsur standard yang ditambahkan. Dari ekstrapolasi kurva kesumbu konsentrasi akan diperoleh intersep pada sumbu konsentrasi yang merupakan konsentrasi unsur di dalam larutan cuplikan/ sampel yang diukur.
Contoh soal.
K2CrO4 dalam larutan basa menunjukkan serapan maksimum pada 372 nm. Larutan basa mengandung 0,00003 M K2CrO4, mentransmisikan 71,6% radiasi yang masuk pada panjang gelombang 372 nm bila larutan tersebut ditempatkan dalam sel dengan panjang 1 cm.
  1. Berapa absorbansi dalam larutan ini.
  2. Berapakah serapan molar dari K2CrO4 pada 372 nm.
  3. Akan menjadi berpa % transmitansi jika panjang sel 3 cm.
Penyelesaian:
  1. %T = 71,6
             T = 0,716
          log 1/T = A
                                    1
                   A = log ______ = log 1,396 = 0,145
                              0,716
b. A = ε b c
   0,145 = ε (1cm)( 0,00003 mol/lt)
                   0,145
          ε = __________________ = 4830 lt/mol cm
                (1cm)(0,00003 mol/lt)
c. Log 1/ T = ε b c
                  = (4830 lt/ mol cm)(3 cm)(0,00003 mol/ lt)
                  = 0,435
              T  = 0,367
           % T = 36,7
               T = 36,7 %.


TITRASI CAMPURAN

TITRASI antara NaOH dan Na2CO3
Campuran 2 zat ini dapat ditentukan susunannya berdasarkan titrasi dengan HCl. Kalau suatu contoh campuran NaOH dan Na2CO3 dititrasi dengan indikator PP maka  Na2CO3 akan bereaksi menjadi NaHCO3 dan NaOH, juga bereaksi sampai titik equivalent.
Reaksinya:                     
                           PP
Na2CO3 + HCl   →   NaCl + NaHCO3
                           MR
NaHCO3 + HCl  →   NaCl + H2O + CO2
                           PP
NaOH + HCl       →   NaCl + H2O
Jadi hasil titrasi menunjukkan jumlah kedua komponen campuran. Jumlah (volume) titran yang diperlukan untuk mengubah NaHCO3 menjadi NaCl dan H2CO3 = jumlah (volume) yang diperlukan Na2CO3 untuk berubah menjadi NaHCO3 dalam titrasi sebelumnya. Jadi jumlah (volume) NaOH dapat dihitung = selisih kedua tahap titrasi tersebut. Bila jumlah HCl tahap 1 = Aff dan penambahan 2 disebut Ajm maka:
-          Jumlah yang diperlukan oleh NaHCO3 = Ajm (V2)
-          Jumlah untuk Na2CO3 menjadi NaHCO3 = Ajm (V2).
-          Jumlah yang diperlukan oleh NaOH = Aff – Ajm = V1 – V2

TITRASI antara Na2CO3 dan NaHCO3
Dalam titrasi campuran ini Ajm > Aff karena pada tahap 1 hanya Na2CO3 yang bereaksi dan pada tahap 2 terjadi reaksi dengan NaHCO3 yang sebagian terjadi dalam tahap 1, dan sebagian lagi merupakan campuran asli, maka:
-          Jumlah Na2CO3 menjadi NaHCO3 = Aff (V1)
-          Jumlah NaHCO3 dari tahap 1 = Aff (V1)

-          Jumlah NaHCO3 asli = Ajm – Aff = V1 - V2

TITRASI REDOKS (PERMANGANO METRI)

TITRASI REDOKS
Titrasi redoks dapat dibedakan menjadi beberapa cara berdasarkan pemakaiannya:
1. Na2 S2O3 sebagai titran, dikenal sebagai yodometri tak langsung.
2. I 2 sebagai titran dikenal sebagai titrasi yodometri langsung atau biasa disebut titrasi yodimetri.
3. Suatu oksidator kuat sebagai titran, di antaranya yang paling sering digunakan: KMnO4 dan K2Cr2O7.
PERMANGANOMETRI
Kalium permanganat merupakan oksidator kuat yang dapat bereaksi dengan cara yang berbeda beda tergantung dari pH larutan nya.
Kekuatannya sebagai oksidator juga berbeda 2 sesuai dengan reaksi yang terjadi  pada pH yang berbeda. Reaksi yang bermacam macam ini disebabkan oleh ber macam2 valensi mangan dari 1 sampai 7 yang semuanya stabil kecuali valensi 1 dan 5.
Kebanyakan titrasi dilaksanakan dalam suasana asam dan dengan cara langsung. Selama titrasi berlangsung KMnO4 hilang bereaksi, tetapi setelah titrat habis maka kelebihan  se tetes KMnO4 menimbulkan warna yang dengan mudah dapat dipakai sebagai penunjuk berakhir  nya titrasi.

Warna pada titik akhir ini tidak tetap bertahan, setelah beberapa lama lenyap/ hilang kembali akibat reaksi antara kelebihan MnO4- dengan ion Mn2+ hasil titrasi.

MINYAK JAGUNG

Tanaman jagung di indonesia merupakan tanaman pangan yang penting setelah padi dan hampir terdapat di seluruh kepulauan Indonesia. Umumnya  jagung  sebagian besar masih digunakan sebagai bahan pangan penduduk serta sebagai sumber minyak. Minyak jagung diperoleh dengan jalan mengekstrak bagian lembaga. Sistem yang digunakan adalah sistem pres(pressing) /kombinasi sistem press dan pelarut menguap (pressing and solvent extraction). Nilai gizinya sangat tinggi yaitu 250 kilo kalori/ons.
 Minyak jagung lebih disenangi konsumen karena harganya lebih murah juga mengandung sitosterol sehingga para konsumen terhindar dari gejala atherosclerosis (endapan pada pembuluh darah) yang diakibatkan terjadinya kompleks antara sitosterol dan Ca++ dalam darah.
AGRONOMI
Tanaman jagung termasuk dalam famili rumput-rumputan graminae dan menurut jenisnya dibagi dalam beberapa golongan yaitu Dent  corn (Zea mays indenrota), flint corn (Zea mays Indurata),  Sweet corn (Zea mays saccharata), pop corn (Zea mays everata), waxy corn (Zea mays tumicata), solf atau floue corn (Zea mays anylaceal).
PERSYARATAN TUMBUH
-          Jagung dapat menyebar luas dan dapat hidup baik diberbagai macam iklim
-          DiIndonesia jagung banyak ditanam di dataran rendah baik di tegalan, sawah tadah hujan, sawah irigasi, sebagian juga di daerah pegunungan pada ketinggian 1000-1800m dpl.
-          Tanah yang subur, gembur dan kaya akan humus
-          Jumlah dan distribusi sinar matahari, curah hujan dan temperatur, kelembaban serta angin.
-          Waktu tanam yang baik, ditegalan pada musim labuhan dan ditanah sawah pada 3 musim
PEMUNGUTAN HASIL
      Kandungan air biji
Kriteria untuk saat panen yang paling tepat dan dapat dipercaya.
      Tanda-tanda luar tanaman
            Menguningnya warna daun dan kelobot, biji berwarna kuning emas, mengkilat dan keras
      Umur tanaman
            Umur tanaman kurang baik sebagai pedoman untuk penentuan umur panen.
KOMPOSISI KIMIA
Jagung mengandung nilai gizi yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan bahan makanan lainya yaitu vitamin A. Bijinya terdiri dari 4 bagian yaitu: bagian kulit ari, endosperm, lembaga dan gluten. Lemak terdapat pada bagian bawah dari butiran biji.



KOMPOSISI KIMIA MINYAK JAGUNG
Minyak jagung merupakan trigliserida yang disusun oleh gliserol dan asam – asam lemak. Presentase trigliserida sekitar 98,6 persen, dan sisanya merupakan bahan non minyak, seperti abu, zat warna atau lilin. Asam lemak yang menyusun minyak jagung terdiri dari asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.


ASAM LEMAK JENUH
            Jumlah asam lemak jenuh dalam minyak jagung sekitar 13 persen. Golongan asam lemak jenuh yang menyusun trigliserida minyak jagung adalah :
1.      ASAM PALMITAT
Mempunyai atom C sebanyak 16 dengan titik cair 62,9 derajat dan besarnya kurang lebih sekitar 10 persen dari berat minyak.

2.      ASAM STEARAT
Asam stearat mempunyai jumlah atom C sebanyak 18 dengan titik cair 69,6 derajat dan jumlahnya sekitar 3 persen dari berat minyak jagung.


ASAM LEMAK TIDAK JENUH
Golongan asam lemak tidak jenuh yang menyusun trigliserida minyak jagung berjumlah sekitar 86 persen yang terdiri dari:
1. Asam oleat ( cis 9-oktadikenoat )
2. Asam Linoleat ( cis-cis- oktodekadienoat)


Selain komponen – komponen tersebut diatas, minyak jagung juga mengandung bahan yang tidak tersabunkan, yaitu: sitosterol, lilin, tokoferol, karotenoid. Komponen lainya sebagai minyak jagung adalah triterpene alkohol.
SIFAT FISIKO-KIMIA
Minyak jagung berwarna merah gelap dan setelah dimurnikan akan berwarna kuning keemasan. Bobot jenis minyak jagung sekitar 0,918-0,925, sedangkan nilai indeks biasanya pada suhu 25 derajat berkisar antara 1,4657-1,4659. Kekentalan minyak jagung hampir sama dengan minyak – minyak nabati lainya yaitu 58 sentipois pada suhu 25 derajat.
DAYA GUNA DAN NILAI GIZI
1.      Sebagai bahan pangan karena bernilai gizi tinggi
2.      Bahan makanan tambahan
3.      Minyak jagung kaya akan kalori yaitu : 250 kalori per ons, termasuk minyak goreng yang stabil karena danya tokoferol yang larut dalam minyak
4.      Pada proses winterisasi, minyak jagung dapat diolah manjadi miyak salad dan mentega putih